Saat ini sedang ada pandemi virus corona jadi segala aktivitas dibatasi oleh pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus, tidak boleh berkumpul, berpergian, sholat berjamaah dimasjid,harus sosial distancing,harus menggunakan masker,tidak boleh berboncengan dll.
Saya pertama kali naik gunung tahun 2014 ke Papandayan diajak teman kampus. Ingat sekali pada saat itu menggunakan peralatan seadanya karena masih pemula. Dari awal kegiatan ini menjadi candu untuk berpetualang ketempat yang lainnya.
Sebenarnya naik gunung hanyalah untuk liburan membuang stres karena pekerjaan atau memulai agar fikiran fresh kembali dengan berkunjung ke tempat yang baru bukan untuk gaya2an.
Banyak hal yang dapat dirasakan saat menaiki gunung. Udara bersih, suasana tenang, pemandangan indah dan alami, saya rasa hati bahagia, apalagi ketika bertemu dengan teman baru yang menyenangkan. Sangat seru sekali.
Saya memang bukan olahragawan, saya bukan orang yang kuat, saya sering istirahat karena capek,selalu belakangan, tapi saya merasa selalu ada motivasi dalam diri saya untuk terus melangkah naik.
Saya sudah berkunjung ke gunung papandayan, prau, merbabu, guntur, lawu, gede, bromo, arjuno, bismo, kembang.
Di puncak gunung kita bisa melihat keindahaan alam yang belum tentu semua orang bisa lihat,rasa capek langsung hilang.
Saya tidak pernah kapok walaupun kedinginan,saat turun gunung kaki pincang, kaki bengkak, badan pegal2 seminggu. Tapi saya selalu merasa setiap saya diatas saya sangat bersyukur atas keindahaan yang diciptakan Allah, setiap kesulitan saat pendakian saya hanya bisa berpasrah kepada Allah, saat selamat sampai dirumah saya bersyukur diberi kemudahan.
Dunia itu besar sekali sedangkan manusia sangat kecil bahkan diruang angkasa manusia tidak terlihat. Jadi sekaya apapun kamu kalau di alam liar uang tidak berguna. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepadaNyalah kita berpasrah diri.